KIE Oleh Farmasis
Berbicara
tentang KIE oleh farmasis pasti pada bingung kann??
Nah kali ini kita akan membahas lebih dalam apa sih KIE oleh para farmasis??
Pengertian
KIE sendiri bagi seorang farmasis adalah KIE adalah suatu proses penyampaian
informasi antara apoteker dengan pasien atau keluarga pasien yang dilakukan
secara sistematis untuk memberikan kesempatan kepada pasien atau keluarga
pasien dan membantu meningkatkan pengetahuan, pemahaman sehingga pasien atau
keluarga pasien memperoleh keyakinan akan kemampuan dalam penggunaan obat yang
benar. Tujuan dari KIE sendiri adalah agar farmasis dapat menjelaskan dan
menguraikan (explain and describe) penggunaan obat yang benar dan baik bagi
pasien sehingga tujuan terapi pengobatan dapat tercapai dan pasien merasa aman
dengan obat yang dikonsumsi (Pariang, 2013)
Mungkin kalian pada bertanya tanya kenapa sih penting nya KIE oleh para Farmasis, nahh ini nih jawabannya
Pelayanan
farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang
pelayanan kesehatan yang bermutu. Hal tersebut diperjelas dalam Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor : 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian
yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang
berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk
pelayanan farmasi klinik, yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat (Manurung,
2010)
Pelayanan
instalasi farmasi yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan
setiap pemakai jasa pelayanan sesuai dengan tingkat kepuasan pasien atau
konsumen, serta penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar
pelayanan yang telah ditetapkan, karena 25% kesembuhan pasien di harapkan
diperoleh dari kenyamanan serta baiknya pelayanan apotek, sedangkan 75% berasal
dari obat yang digunakan pasien (Manurung, 2010)
Idealnya
ni guys, seorang farmasis baik diminta ataupun tidak harus selalu aktif
melaksanakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) mengenai obat sehingga
tujuan terapi pengobatan dapat tercapai dengan baik dan akan membuat pasien
merasa aman dengan obat yang dibeli.
Tugas
dan Tanggung Jawab IFRS meliputi tugas utama nya yaitu pengelolaan mulai dari
perencanaan, pengadaan, penyimpanan, penyiapan, peracikan, pelayanan langsung
kepada penderita sampai dengan pengendalian semua perbekalan kesehatan yang
beredar dan digunakan dalam rumah sakit baik untuk penderita rawat tinggal
(inap), rawat jalan maupun untuk semua unit termasuk poliklinik rumah sakit dan
juga menyediakan terapi obat yang optimal bagi semua penderita dan menjamin
pelayanan bermutu tertinggi dan yang paling bermanfaat dengan biaya minimal.
IFRS bertanggung jawab mengembangkan suatu pelayanan farmasi yang luas dan
terkoordinasi dengan baik dan tepat, untuk memenuhi kebutuhan berbagai
bagian/unit diagnosis dan terapi, unit pelayanan keperawatan, staf medik dan
rumah sakit keseluruhan untuk kepentingan pelayanan penderita yang lebih baik (Pariang,
2013)
Mengapa
Apoteker Perlu memberikan informasi??
Agar
pasien dapat memahami dan meningkatkan kepatuhan untuk memperoleh terapi
yang optimal.
dan
untuk mencegah :
-
kegagalan terapi
-
toksisitas
-
kambuh
-
meningkatnya biaya
Farmasi
--> Spesialisasi ahli obat --> Pelayanan Pharmaceutical Care (asuhan
kefarmasian) :
Pemberian
informasi merupakan hal vital dalam Pharmaceutical care diantaranya :
-
menghindari/mencegah Drug related problem (DRP)
-
meningkatkan outcome (tujuan terapi)
-
individualized regimen/ penerapan rejimen sesuai individu
-
monitoring/ follow up
Dalam Pharmaceutical care penting memberikan
konseling, konseling adalah suatu kegiatan pemberian informasi terkait
masalah penggunaan dan pemilihan obat untuk mengatasi masalah dalam penggunaan
obat yang bertujuan untuk meningkatkan outcome terapi yang rasional. alasan diberikannya konseling,
karena :
Ø 1/3 pasien bahkan lebih, tidak
mendapatkan konseling obat
Ø 30% pasien bahkan lebih gagal
menaati instruksi dalam pengobatan
Ø agar pasien makin taat dan patuh
sehingga terapi dapat berjalan dengan semestinya
Ø untuk mencegah hal-hal yang tidak
diinginkan terkait terapi
Oke guys, itulah sedikit informasi KIE yangmungkin bisa di jadikan acuan belajar yaaa,,,
Semoga Bermanfaat, Terimakasih :)
Oke guys, itulah sedikit informasi KIE yangmungkin bisa di jadikan acuan belajar yaaa,,,
Semoga Bermanfaat, Terimakasih :)
DAFTAR
PUSTAKA
Pariang,
N.F.E. 2013. Peran dan Kesiapan Apoteker
Dalam Menyongsong Diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2014.
Palangka Raya : Ikatan Apoteker Indonesia.
Manurung,
L.P. 2010. Analisis Hubungan Tingkat
Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Instalasi Farmasi Dengan Minat
Pasien Menebus Kembali Resep Obat Di Instalasi Farmasi RSUD Budhi Asih .
Jakarta : Universitas Indonesia.
Didi
Rahman . 2013 . Tingkat KepuasanPasien
Terhadap Pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat Dengan Resep
Oleh Tenaga Farmasi di Instalasi Farmasi
RSI PKU MUHAMMADIYAH. Palangkaraya : Universitas Muhammadiyah
Palangkaraya Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi D-III Farmasi

Info yang menarik
BalasHapusTerimakasih komentarnya:)
BalasHapusDikit bgt
BalasHapus